Kode Berita: ۸۶۸۰
Tanggal Dimuat: 29 July 2012 - 11:48
Naskah CetakNaskah Cetak
Kirim ke TemanKirim ke Teman
Revolusi di Arab Saudi Siap Meledak
SHABESTAN – Gelombang protes di Arab Saudi telah sampai ke bagian selatan negara ini. Hal ini menunjukkan bahwa aksi protes ini telah melampaui daerah timur yang merupakan pusat protes selama ini ke seluruh wilayah Saudi. Hal inilah yang selalu ditakuti oleh pemerintahan diktator Arab Saudi pasca revolusi Tunisia dan Mesir.
Arab Saudi adalah sebuah negara yang mengandalkan pendapatan sangat tinggi dari minyak. Dengan bantuan harta melimpah dan mengubah agama menjadi sebuah ideologi khusus, negara ini dapat menempatkan diri dalam sebuah posisi khusus di dunia dan menciptakan legitimasi bagi dirinya.

Kriteria-kriteria sosiologis terpenting Arab Saudi adalah sistem pemerintahan yang tertutup, perbedaan mazhab dan budaya, perbedaan antara aliran-aliran Suni, pengangguran, tuntutan-tuntutan kaum Syiah, pertikaian di kalangan pengeran kerajaan untuk memperebutkan kekuasaan, masalah penentuan pengganti raja, masalah gender seperti hak wanita untuk menyetir, memberikan suara, kebebasan sosial, dan HAM.

Sekalipun Arab Saudi termasuk negara kaya, tetapi mayoritas kalangan muda tidak dapat memperoleh posisi pekerjaan di jajaran pemerintahan dan swasta. Para pangeran di negara ini termasuk generasi renta di kalangan kerajaan yang telah memperkeruh pertikaian di kalangan mereka untuk memperebutkan pilar-pilar kekuasaan. Dengan demikian, Arab Saudi termasuk negara yang memiliki peluang istimewa untuk sebuah revolusi yang siap meledak dan menyeluruh.

Gelombang protes di Arab Saudi sudah muncul sejak beberapa masa lalu. Kebangkitan rakyat di negara ini telah banyak mempengaruhi rezim di Bahrain dan Yaman. Lantaran takut kebangkitan ini masuk ke dalam tanah mereka, para petinggi Saudi memberanikan diri untuk campur tangan dalam urusan dalam negeri Bahrain.

Dalam tatanan dalam negeri, Arab Saudi mengalami keretakan antara rakyat dan pihak penguasa sehingga hal ini menjadi sebuah mata rantai legalitas yang telah hilang. Khususnya, ketika kaum Syiah dan kalangan wanita menuntut perubahan di negara ini. Melihat hal ini, Riyadh terpaksa mencari strategi guna mengontrol sebagian tuntutan itu dengan jalan pemberangusan dan memindahkan sebagian tuntutan yang lain ke zona luar negeri serta menyelewengkan opini umum. Media-media yang bekerja untuk Arab Saudi hingga saat ini telah mampu melaksanakan tugasnya dengan baik pada sisi ini.

Dalam ranah kebijakan luar negeri setelah kebangkitan Islami meletus, Arab Saudi mengambil sikap dualisme. Tujuan regional dan internasional Riyadh adalah menjaga keseimbangan kekuatan, memelihara persekutuan dengan Barat, menentang kelompok revolusioner, dan menyebarkan aliran Wahabiah.

Tidak bisa dipungkiri bahwa gelombang kebangkitan Islami selalu membayang-bayangi Arab Saudi. Negara ini tidak bisa menyelamatkan diri dari kebangkitan Desember 2010 yang telah terjadi di Tunisia dan hingga sekarang telah menyeruak ke seluruh bagian dunia. Dari segi kesamaan problem dan faktor pendorong revolusi, Arab Saudi telah siap untuk menerima sebuah revolusi baru. Dari sisi lain, gerakan rakyat yang telah dimulai dari bagian timur sekarang sedang terus menjalar ke seluruh bagian negara.
* Nama:
Email:
* Penilaian: