SHABESTAN — Seorang diplomat Jerman menegaskan, sementara yang tengah hangat diperbincangkan adalah kemenangan Muhammad Marsi dalam pemilihan presiden, namun Amerika, Israel dan Dewan Militer Mesir sibuk dengan merancang konspirasi bersama untuk menghalangi sampainya Islamisasi ke kursi kekuasaan.

Radio Use Town Norwegia dengan menukil dari seorang diplomat Jerman, pensiunan yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan, Dewan Militer Mesir sama sekali tidak mengizinkan kandidat Islamis untuk mencapai kursi kepresidenan, sementara Amerika dan Israel juga tengah merancang sebuah konspirasi bersama untuk menghalangi sampainya Islamis ini ke kursi kekuasaan di kawasan.
Diplomat Jerman ini juga mengatakan, Barat meyakini bahwa naiknya Islamis ke kursi kekuasaan tidak bisa diterima, karena jika hal ini terjadi, Mesir tidak akan lagi seperti dahulu dan akan menjadi ancaman yang berbahaya bagi mereka. Mesir sebelumnya memenuhi kepentingan Barat, terutama Amerika di Timur Tengah.
Ia menambahkan, ada kemungkinan bahwa komite Tinggi Pemilihan, tidak akan mengumumkan kemenangan Dr. Muhammad Marsi, kandidat Islamis, dan ini merupakan persoalan yang wajar. Jika kita melihat sejarah, negara-negara Barat selalu saja menolak dan mengesampingkan inovasi-inovasi Islamis untuk memanfaatkan proses demokrasi, seperti pemilihan Aljazair dan kemenangan Islami pada tanggal 4 Januari 1992.
Menurut laporan dari Nahrain net, diplomat ini menegaskan, “Amerika Serikat sama sekali tidak akan mengizinkan Islamis menduduki kekuasaan Mesir. Gedung Putih dengan kerjasamaya dengan Dewan Militer akan melakukan segala cara yang memungkinkan untuk membatalkan kemenangan Dr. Muhammad Marsi dan mengklaim adanya kecurangan di dalamnya.
Diplomat ini menambahkan, “Sangat aneh, pengadilan konstitusi dasar mengakui adanya aliensi politik, akan tetapi hukum ini tidak diterapkan pada sisa-sisa pemerintahan yang lalu dan malah membenarkan keabsahan Ahmad Syafiq untuk berpartisipasi dalam pemilihan.”