SHABESTAN — Para pendukung pergerakan damai anti Israel menginformasikan tentang semakin meluasnya boikot dunia terhadap perusahaan-perusahaan Israel.

Para pendukung kompani pergerakan damai anti rezim Zionis menyatakan bahwa kompani dunia untuk memboikot barang-barang Israel yang terdapat di tanah pendudukan semakin meluas.
Pekan lalu, pemerintah Norwegia mengumumkan bahwa kotak sosial pemerintah Norwegia yang merupakan salah satu kotak independen terbesar di dunia telah memboikot salah satu dari perusahaan struktur rezim Zionis di pemukiman Yahudi dikarenakan pelanggaran aturan-aturan insani di Baitul Maqdis utara.
Dalam sebuah topik yang diterbitkan di surat-surat kabar Eropa, mantan ketua parlemen rezim Zionis dengan keras mengecam rencana yang diputuskan oleh Uni Eropa pada bulan Mei yang melakukan tindakan untukmeyakinkan tidak adanya stiker ‘made in Israel’ pada produk-produk yang dikeluarkan dari pemukiman Israel.
Setelah ini dan selanjutnya, negara-negara anggota Uni Eropa juga sepakat untuk mengeluarkan produk-produk Israel dari kesepakatan-kesepakatan yang telah disetujui antara Israel dan Uni Eropa.
Lembaga Pengawas HAM menyatakan bahwa hukum Uni Eropa menghindarkan diri dari transaksi barang-barang yang telah diproduksi oleh pemerintah-pemerintah yang melanggar aturan-aturan internasional.
Menurut laporan Midle East Online, pada akhir bulan April ini, produsen kelima terbesar bahan pangan Ingris menyatakan bahwa boikot barang-barang yang diproduksi di Israel semakin meluas.
Berdasarkan laporan ini, nilai penjualan barang-barang ini sekitar 350 ribu pound atau 560 ribu dolar.
Demikian juga pada bulan Mei, Afrika Selatan dan Denmark mengabarkan tentang boikot barang-barang Israel, dan pada bulan ini, Swiss menyatakan akan memulai boikot barang-barang Israel mulai tahun 2013.