Kode Berita: ۸۳۷۹
Tanggal Dimuat: 26 June 2012 - 10:49
Naskah CetakNaskah Cetak
Kirim ke TemanKirim ke Teman
Yunani Hadapai Krisis Sendirian
SHABESTAN — Pada pemilu Yunani di hari Minggu lalu, partai sayap kanan bernama "Demokrasi Baru" berhasil memenangkan suara dengan angka sangat tipis. Partai ini berhasil merebut 20,5 persen dari seluruh suara yang diperebutkan. Dengan demikian, Partai Demokrasi Baru berhasil menempati 129 kursi dari 300 kursi yang ada.
Sekalipun demikian, berdasarkan undang-undang Yunani, lantaran menang dalam pelaksanaan pemilu, ia juga memiliki 50 kursi sebagai bonus.

Partai sayap kiri Syriza yang menentang program puasa ekonomi berhasil merenggut 26 persen suara dan menempati posisi kedua dengan 71 kursi di parlemen.

Akhirnya, partai sosialis Pasuk yang memiliki program pembentukan pemerintahan koalisi di kalangan partai-partai yang masuk nominasi berhasil merebut 33 kursi di parlemen dan menempati posisi ketiga.

Dengan demikian, Antonis Samaras pemimpin Partai Demokrasi Baru, apabila bisa membentuk koalisi dengan dua partai pemenang yang lain, dapat menjadi perdana menteri Yunani. Tapi dengan syarat ia harus dapat menjamin akan mengurangi program puasa ekonomi dengan serius, sekalipun Jerman melakukan penentangan keras.

Hasil pemilu parlemen ini menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Yunani menentang persyaratan yang dipaksakan dalam rangka menyelematkan Yunani. Tentu, dalam kondisi apabila Yunani masih ingin tetap menjadi anggota Uni Eropa.

Pada kenyataannya, Yunani terbagi ke dalam dua kubu: pertama adalah kubu Demokrasi Baru dan kedua adalah kubu Siriza. Kubu pertama hanya merangkul kalangan masyarakat yang pada kondisi sekarang ini masih memiliki kondisi ekonomi yang sangat bagus, seperti para pemimpin politik. Sementara itu, kubu kedua hanya berpihak kepada para pekerja, penerima gaji, dan kalangan menengah masyarakat.

Setelah Samaras diumumkan sebagai perdana menteri, hal ini tentu akan memperoleh sambutan hangat dari para petinggi Eropa. Hal ini tentu dapat memberikan ruang kepada Angela Merkel dan para petinggi Eropa yang lain untuk bernapas legas barang sejenak. Akan tetapi, tidak lama lagi, dalam pertemuan para pemimpin Eropa mendatang, mereka harus menghadapi problematika yang dihembuskan dari Yunani. Pertemuan ini akan diselenggarakan di Italia. Sejak dini, Mario Monti telah memberikan peringatan, apabila pertemuan ini tidak menghasilkan kesepakatan dalam menentukan cara untuk menghadapi krisis ekonomi bersama di kalangan negara-negara anggota Uni Eropa, maka Eropa harus menanti akibat yang mengenaskan.

Dalam pada itu, Yunani memiliki posisi yang sangat istimewa. Perdana menteri baru negara ini akan dapat memperkokoh pilar-pilar pemerintahannya apabila para pemimpin Eropa dapat mencapai kesepakatan dalam memaafkan sebagian utang Yunani; suatu hal yang ditentang oleh Angela Merkel dengan keras.

Pada kesempatan pertemuan kelompk G20 di Meksiko, Angela Merkel menentang keras program ketiga dalam rangka menyelematkan Yunani.

Dalam posisi seperti ini, sepertinya rakyat Yunani harus siap menghadapi krisis ekonomi ini seorang diri dan tidak bisa menaruh harapan kepada sobat-sobat Eropa mereka untuk menerima bantuan finansial.
* Nama:
Email:
* Penilaian: