SHABESTAN — Penghitungan resmi Pentagon menunjukkan peningkatan data bunuh diri di kalangan serdadu Amerika.

Penghitungan-penghitungan resmi Kementrian Pertahanan Amerika Pentagon menunjukkan bahwa data bunuh diri di kalangan serdadu Amerika mengalami peningkatan, sedemikian hingga sejak masa penyerangan Amerika ke Afghanistan, data ini telah mengalami peningkatan yang serius.
Dalam penghitungan ini dikatakan, “Pada 155 hari pertama tahun hingga kini telah sebanyak 154 serdadu Amerika yang bunuh diri dimana data ini telah mengalami peningkatan 50 persen jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya."
Data ini menunjukkan kesulitan-kesulitan perang yang harus ditanggung oleh para serdadu di Irak dan Afghanistan.
Demikian juga, data-data menunjukkan pada peningkatan kecanduan narkoba dan pelanggaran-pelanggaran seksual di kalangan para serdadu Amerika, dan meningkatnya data bunuh diri dan kasus-kasus asusila lainnya telah membuat kekhawatiran para petinggi dan mendorong mereka untuk mencari jalan penyelesaiannya.
Hasil data-data di kalangan para serdadu Amerika menunjukkan bahwa data bunuh diri di kalangan personel yang lebih banyak hadir di medan perang adalah lebih besar.
Berdasarkan laporan al-Kautsar, Dr. Steven Sinakis, psikolof Amerika dalam kaitannya dengan hal ini mengatakan, “Dikarenakan masalah-masalah psikologi dan meningkatnya tekanan mental pada para serdadu, mereka telah memutuskan untuk melakukan bunuh diri, dan data ini terus saja mengalami peningkatan.”
Ia menegaskan dan memperingatkan tentang perbaikan kondisi para serdadu perang Amerika di Afghanistan.